Aku menunduk Bukan karena merasa bersalah Aku melihat Dia sudah mencapai puncak Aku berpikir Disaat aku tak ada Dia raih semua tanpa tersisa Tak ada bekas satu pun Apa dia masih mengenalku Mungkin "IYA" Tapi hanya sesaat Dengan sebatas lirikan Kebenciannya akan selalu menyala Tak akan padam... Sampai kapan? Tak ada yang tahu Motivasi terbentuk dari kebencian Amarah menjadi jalannya Kelak ia akan sadar Mengapa kita dipisahkan Aku tersenyum melihat ia saat ini "SUKSES" Kata yang selalu ku sebut -Danang-