Langsung ke konten utama

Regina Nifmaskossu (Sebuah Tugas Evaluasi)


                                                                                    Nama             : Regina Nifmaskossu
                                                                                    Nim               : 7316167561
                                                                        Program strudi       : Pendidikan Bahasa
                                                                                     Kelas            : A
Rubrik  Penilaian  Tes Ujian Praktik  Performance dalam Berbicara
1.    Bacakanlah teks pembukaan  UUD 1945/Teks pancasila dengan berpedoman pada intonasi  dan  pemengalan , pelafalan, kelancaran, dan  pernapasan. Tampilanmu akan dinilai dengan mengunakan rubri berikut.

Rubric penilaian kemampuan membacakan teks pembukaan UUD 1945 dan teks pancasila
No
Aspek
Indicator
Ya
1.
Intonasi dan pemengalan
Apakah  pengaturan jeda, tinggi rendahnya nada, keras lunaknya suara, dan cepat lambatanya  pembacaan memudahkan pendengar untuk memahami isi teks pembukaan UUD 1945 / teks pancasila ?

2
Lafal
Apakah setiap kata di ucapkan secara jelas dan tepat?

3
Kelancaran
Apakah teks pembukaan UUD 1945 / teks pancasila di baca secara  lancar ?

4
pernapasan
Apakah pembaca dapat mengatur napas secara  rapi/ tidak terengah-engah ?

Penilaian
No
 Jumlah jawaban “ Ya”
Nilai
Keterangan
1
4
100

2
3
75

3
2
50

4
1
25


Rumus penilaian membacakan UUD Pembukaan 1945 dan Pancasila
Jumlah skor
Aspek pertama Dita  mendapat 3 = 75
Aspek kedua 4= 100
Aspek ketiga 4 = 100
Aspek keempat 4 = 100
Jadi nilai Dita  =  75  + 100 + 100 + 100 : 4 = 93, 75 jadi Dita  mendapatkan nilai  100 (A).

Teks naskah UUD 1945
Undang-undang Dasar Negara Republik Indonesia Tahun 1945 

Pembukaan

Bahwa sesungguhnya kemerdekaan itu ialah hak segala bangsa dan oleh sebab itu, maka penjajahan diatas dunia harus dihapuskan karena tidak sesuai dengan perikemanusiaan dan perikeadilan.
Dan perjuangan pergerakan kemerdekaan Indonesia telah sampailah kepada saat yang berbahagia dengan selamat sentosa mengantarkan rakyat Indonesia ke depan pintu gerbang kemerdekaan negara Indonesia, yang merdeka, bersatu, berdaulat, adil dan makmur.
Atas berkat rahmat Allah Yang Maha Kuasa dan dengan didorongkan oleh keinginan luhur, supaya berkehidupan kebangsaan yang bebas, maka rakyat Indonesia menyatakan dengan ini kemerdekaannya.
Kemudian daripada itu untuk membentuk suatu pemerintah negara Indonesia yang melindungi segenap bangsa Indonesia dan seluruh tumpah darah Indonesia dan untuk memajukan kesejahteraan umum, mencerdaskan kehidupan bangsa, dan ikut melaksanakan ketertiban dunia yang berdasarkan kemerdekaan, perdamaian abadi dan keadilan sosial, maka disusunlah kemerdekaan kebangsaan Indonesia itu dalam suatu Undang-Undang Dasar negara Indonesia, yang terbentuk dalam suatu susunan negara Republik Indonesia yang berkedaulatan rakyat dengan berdasar kepada : Ketuhanan Yang Maha Esa, kemanusiaan yang adil dan beradab, persatuan Indonesia, dan kerakyatan yang dipimpin oleh hikmat kebijaksanaan dalam permusyawaratan/perwakilan, serta dengan mewujudkan suatu keadilan sosial bagi seluruh rakyat Indonesia.

Teks Naskah Pancasila
1.    Ketuhanan yang maha esa
2.    Kemanusian yang adil dan beradab
3.    Persatuan Indonesia
4.    Kerakyatan yang dipimpin oleh hikmah kebijaksanaan dalam permusyaratan perwakilan
5.    Keadilan sosial bagi seluruh rakyat Indonesia.


Komentar

Postingan populer dari blog ini

Ontologi, Metafisika, Asumsi, Peluang

BAB I PENDAHULUAN 1.                   Latar Belakang Pembahasan mengenai ontologi berarti membahas kebenaran suatu fakta, untuk mendapatkan kebenaran itu, ontologi memerlukan proses bagaimana realitas tersebut dapat diakui kebenarannya, sedangkan proses tersebut memerlukan dasar pola berfikir, dan pola berfikir didasarkan pada bagaimana ilmu pengetahuan digunakan sebagai dasar pembahasan realitas. Adapun beberapa cakupan ontologi adalah Metafisika, Asumsi, Peluang, beberapa asumsi dalam ilmu, dan batasan-batasan penjelajah ilmu. Membahas ilmu pengetahuan, sangat erat kaitannya dengan metafisika. Metafisika merupakan sebuah ilmu, yakni suatu pencarian dengan daya intelek yang bersifat sistematis atas data pengalaman yang ada. Metafisiska sebagai ilmu yang mempunyai objeknya tersendiri, hal inilah yang membedakannya dari pendekatan rasional yang lain. Setiap manusia yang baru dilahirkan ...

Nurul Azizah (SISTEM REDUPLIKASI BAHASA KOMERING)

SISTEM REDUPLIKASI BAHASA KOMERING Nurul Azizah Universitas Negeri Jakarta Jalan Rawamangun No.1 Jakarta Timur Azizah.nurul278@yahoo.com Abstrak Bahasa Komering merupakan salah satu bahasa daerah di Sumatera Selatan.Bahasa ini dipergunakan dan dipelihara dengan baik oleh masyarakat yang mendiami daerah Ogan Komering Ulu Selatan (OKUS). Masalah dalam penelitian ini adalah bagaimanakah ciri-ciri, bentuk dari segi gramatikal, fungsi dan segi makna dalam sistem reduplikasi bahasa Komering. Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan secara terperinci tentang ciri-ciri, bentuk dari segi gramatikal, fungsi dan segi makna dalam sistem reduplikasi bahasa Komering. Berdasarkan hasil penelitian yang dilakukan di desa Jaga Raga kecamatan Ogan Komering Ulu Selatan maka sistem reduplikasi bahasa Komering memiliki banyak kesamaan dengan sistem reduplikasi bahasa Indonesia, perbedaanya hanya terjadi pada perubahan fonem. Bentuk reduplikasi bahasa Komering mempunyai...

Cakupan Linguistik Dengan Pendekatan Struktural dan Fungsional

BAB I PENDAHULUAN A.        Dasar Pemikiran Kalau kita mendengar kata linguistik, biasanya yang terlintas di benak kita adalah kata bahasa, dan memang benar linguistik seperti yang dikatakan oleh Martinet (1987:19) [1] , telaah ilmiah mengenai bahasa manusia. Bahasa adalah objek utama yang dibahas  pada kajian linguistik. Bahasa sebagai objek kajian linguistik bisa kita bandingkan dengan peristiwa-peristiwa alam yang menjadi objek kajian ilmu fisika; atau dengan berbagai penyakit dan cara pengobatannya yang menjadi objek kajian ilmu kedokteran; atau dengan gejala-gejala sosial dalam masyarakat yang menjadai objek kajian sosiologi. Perbandingan ini akan dibahas juga pada pembahasan selanjutnya. Meskipun dalam dunia keilmuan ternyata yang mengambil bahasa sebagai objek kajiannya bukan hanya linguistik, tetapi linguistik tetap merupakan ilmu yang memperlakukan bahasa sebagai bahasa, sedangkan ilmu lain tidak demikian. Kata linguistik (yang...